Ke Dokter Gigi

Jadi begini… Gara-gara curiga ada gigi yang bolong dan sakit gigi yang bikin makan ga enak (tapi tiap menit ngemil putri salju sama palm cheese, maaak!), akhirnya minggu lalu periksa ke dokter gigi di rumah sakit. Yah meski agak kebat-kebit soal pembayarannya karena kali ini udah ga bisa reimburse hahah. Takut tekor ceritanya. Perkiraan sih sekitar 350 ribu biayanya untuk tambal gigi.

Di rumah sakit ternyata hanya ada satu dokter gigi yang bertugas di jam itu. Laki-laki pulak. Duh. Kan tambah tengsin ya mangap depan lawan jenis. Udah gitu mending giginya rapih bagus, lah ini pada item-item bolong, karang gigi di mana-mana. Aku maluuu… Tapi daripada pulang dan gigi masih sakit, ya mending sekalian lah. Trus selama nunggu antrian, jantung berdebar lebih kenceng deh kayaknya hahah. Entah karena terbiasa (tiap nunggu giliran papsmear juga berdebar kenceng) atau karena dokternya laki-laki hehe.

Setelah nunggu lumayan lama, eh ga nyangka disambut dengan ramah sama dokternya, drg. Ewaldo. Ramah dan ceria gitu, jadi rileks deh. Orangnya juga sangat komunikatif dan terbuka dengan diskusi. Sempet banyak tanya soal kondisi gigi saat itu dan dijawab dengan jelas dan dengan analogi yang mudah dimengerti. Bahkan saat discaling pun masih aja kami diskusi dan tanya jawab. Jadi bentar-bentar scaling, kumur untuk buang darah dan remahan karang gigi, diskusi lanjut lagi scaling. Setelah melihat kondisi gigi yang dikeluhkan, dokternya ngasih rencana perawatan gigi untuk saya. Pertama, cabut dua gigi bungsu yang tumbuhnya di luar garis gigi. Kedua gigi tersebut juga percuma dipertahankan. Kalau dipertahankan pun akan menyulitkan untuk dibersihkan dari sisa makanan karena posisinya terlalu sulit dan mepet pipi untuk dijangkau sikat. Kalau ditambal pun, tambalan tidak akan bertahan lama. Untuk itu saya diberi surat rujukan untuk rontgen panorama supaya bisa ditentukan apakah saya harus operasi cabut gigi atau dicabut biasa. Kedua, setelah graham bungsu dicabut barulah gigi-gigi yang bolong ditambal. Ketiga, merapihkan gingsul gigi bawah yang tumbuh di dalam dengan kawat gigi. Lagi-lagi, cabut graham bungsu yang di belakang supaya ada tempat untuk si gingsul nantinya. Nah, karena tahapannya seperti itu jadilah kunjungan saat itu hanya membersihkan karang gigi yang tebal karena sudah 2 tahun tidak berkunjung ke dokter gigi hehe.

Hal yang dikuatirkan akhirnya tiba. Saat pembayaran hahahah… Well, lumayan mahil dong! Total 495 ribu hiks. Rinciannya biaya administrasi 25 ribu, scalling 350 ribu dan konsultasi dokter 120 ribu. Karena konsultasinya memuaskan, biaya segitu rasanya setara deh. Saya dan suami kagum dan sangat puas dengan edukasi gigi yang disampaikan. Amat jarang kami dapat edukasi gigi sejelas itu saat kunjungan ke dokter gigi, saat itu yang pertama kali malah. Tapi tapi… Kan jadi ga sesuai anggaran…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s