Puree Mangga

Tumbuh dan besar di lingkungan kecil, membuat saya dapat melihat semua perubahan, perkembangan, maupun pertumbuhan warga. Perbaikan jalan, perubahan kondisi pos yang biasa dijadikan tempat mangkal tukang berjualan dan tempat main catur atau nobar sepak bola, dan terakhir penutupan bak sampah. Teman-teman seusia yang dulu bermain bersama sekarang sudah berkeluarga dan memiliki anak-anak. Meski beberapa sudah tidak lagi tinggal di tempat ini, terkadang mereka kembali untuk mengunjungi orang tua yang masih tinggal di sini. Dulu, kami semua bermain bersama. Tapi kini, saya menyaksikan anak-anak mereka yang bermain di sini. Saya menyaksikan anak-anak itu tumbuh dan besar. Di sini, kami juga saling berbagi duka karena ditinggal anggota keluarga. Saya ingat beberapa sesepuh yang berpulang saat saya kecil dulu. Saya juga ingat satu keluarga yang kehilangan anak kembarnya satu persatu karena sakit dan masing-masing meninggalkan seorang anak. Saya ingat kehilangan dua mbah saya, dua bude, satu bu lik dan terakhir bapak saya…

Saat itu dini hari, tepat di tahun baru. Dua minggu lebih, rasa sedih masih terasa. Mata selalu berkaca saat teringat. Penyesalan, rasa sayang, kecewa, sedih. Kata andai serasa tak bisa lepas bila ingat bapak. Syukur alhamdulillah, saya berkesempatan menjaga bapak selama di rumah sakit dan hanya dua minggu di rumah sakit itulah bakti saya…  Rasanya sulit melepaskan diri dari timbunan rasa penyesalan ketika ingat ini. Seharusnya saya begini, begitu, seharusnya saya lebih peka, seharusnya saya bisa lebih kuat, seharusnya saya tidak menyia-nyiakan waktu bersama bapak, seharusnya… 

Saat semua orang di Bumi merayakan pergantian tahun dan petasan berbunyi menandakan pergantian tahun tersebut, baru kali itulah saya merasa sebagai seorang filsuf. Saya baru memaknai arti tahun baru. Ia sesungguhnya bukanlah perayaan ataupun hal yang harus dirayakan karena semakin tahun bertambah, semakin berkurang waktu hidup di dunia. Konsep ini memang bukan konsep baru, tapi kebersamaan momen inilah yang membuatnya begitu nyata terasa.

Makan malam terakhir bapak adalah puree mangga.

Teriring doa untuk bapak, 

Al fatihah…